Yogyakarta terkenal sebagai kota pelajar yang kental akan seni dan budaya. Banyak bangunan bersejarah masih terawat dan beralih fungsi sebagai museum, bank, dan sekolah. Sanggar-sanggar kesenian, seperti tari dan gamelan, juga masih langgeng bertengger di tengah masyarakat. Kerja-kerja kesenian ini tak terlepas dari seni musik yang masih aktif berkembang.
Banyak band asal Yogyakarta merintis karir dari nol sebelum dapat tampil di panggung besar. Bahkan, ada band yang kini telah melegenda di belantika musik nusantara. Simak rekomendasinya berikut ini!
Band Asal Yogyakarta
- Sheila on 7
Rasanya janggal apabila kita tidak membicarakan tentang band legendaris satu ini. Band yang digawangi oleh Duta ini memulai karirnya pada tahun 1996 di Yogyakarta. Hampir 30 tahun berkarir, Sheila on 7 tetap mengukuhkan posisinya menjadi salah satu band ternama Indonesia.
Tak hanya di Indonesia, Sheila on 7 juga sukses mengepakkan sayapnya ke negeri jiran, Malaysia. Baru-baru ini, Sheila on 7 menjadi headliner dalam Latihan Pestapora 2025 di Bukit Jalil National Stadium, Malaysia.
- Letto
Letto memulai karirnya pada tahun 2004. Band ini terbentuk di Yogyakarta setelah empat anggotanya menempuh pendidikan di SMU yang sama. Letto meraih kepopulerannya di kancah musik Indonesia setelah merilis album pertamanya, ‘Truth, Cry, and Lie’ pada tahun 2005.
Mereka kembali mengukuhkan namanya setelah merilis album ‘Don’t Make Me Cry’ pada tahun 2008.
- Shaggydog
Pernah dengar lagu ‘Di Sayidan’? Lagu yang sangat erat hubungannya dengan Kota Yogyakarta ini dirilis oleh band ska, Shaggydog. Band ini telah mulai bermusik sejak tahun 1997. Shaggydog tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga telah melanglang buana hingga ke Eropa, lho!
Pada tahun 2006, Shaggydog sukses melaksanakan turnya di sebelas kota di Belanda. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk merekam musik di studio kenamaan dunia, Wisselord Studio.
- FSTVLST
Grup asal Wonosari, Gunung Kidul ini dulunya bernama Jenny. Bermula dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, FSTVLST mengangkat genre alternative rock. Band ini kerap kali mengusung tema sosial dan politik, sesuai dengan aliran musik yang ‘merakyat’.
FSTVLST sukses mengukuhkan namanya di belantika musik alternative rock Indonesia usai menjadi pengisi soundtrack film kenamaan: Filosofi Kopi, Ben & Jody, hingga 24 Jam Bersama Gaspar (2023).
Album perdananya mereka, ‘Hits Kitsch’, resmi dinobatkan sebagai salah satu album Indonesia terbaik 2014 versi Rolling Stone Magazine edisi Januari 2015.
- Endank Soekamti
Band asal Yogyakarta ini mulai meniti karir pada tahun 2001. Saat itu, Endank Soekamti kerap manggung di acara kampus di Yogyakarta dan Solo. Sampai sekarang, Endank Soekamti telah menelurkan beberapa album, di antaranya adalah Kelas 1 (2003), Kolaborasoe (2014), dan Soekamti Day (2016).

