Marvel Cinematic Universe akhirnya menghadirkan adaptasi yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahu. “The Fantastic Four: First Steps” tiddak hanya menandai debut Marvel’s First Family di MCU, tetapi juga membuka Phase Six The Multiverse Saga dengan gemilang. Setelah empat kali percobaan sebelumnya yang relatif mengecewakan, kali ini Marvel Studios benar-benar berhasil.
Langkah Tepat Menuju Earth-828
Keputusan Matt Shakman untuk membawa Reed Richards (Pedro Pascal), Sue Storm (Vanessa Kirby), Ben Grimm (Ebon Moss-Bachrach), dan Johnny Storm (Joseph Quinn) ke Earth-828 adalah pilihan yang sangat cerdas. Semesta alternatif ini memberikan kebebasan kreatif yang lebih besar tanpa terikat continuity MCU yang sudah kompleks.
Setting tahun 1960-an dengan nuansa retro-futuristik menjadi daya utama film ini. Pilihan estetika ini tidak hanya memberikan kesegaran visual, tetapi juga membedakan “First Steps” dari rilisan MCU lainnya yang cenderung modern dan seragam.
Matt Shakman dan pengarah sinematografi Jess Hall berhasil total menciptakan dunia yang kontras dengan Earth-616. Setiap frame terasa hidup dengan detail yang memukau, mulai dari kostum hingga arsitektur yang futuristik namun tetap mempertahankan charm era 60-an.
Visual Audio yang Memanjakan
Eksplorasi New York City versi Earth-828 benar-benar menawan. Meskipun masih menampilkan landmark ikonik seperti patung Liberty dan Times Square, film ini berhasil membangun kota dengan imajinasi yang membuat semuanya terasa fresh dan berbeda.
Keindahan visual ini semakin sempurna berkat kontribusi Michael Giacchino sebagai komposer. Maestro musik yang sudah terkenal ini meracik scoring yang megah dengan tema utama Fantastic Four yang begitu ikonis dan mudah diingat. Kombinasi visual dan audio ini benaar-benar memanjakan indra penonton.
Kekuatan Dinamika Keluarga
Yang membuat film ini istimewa adalah fokusnya pada dinamika keluarga. Matt Shakman, yang sebelumnya sukses dengan “WandaVision” (2021), kembali menunjukkan keahliannya dalam mengeksplorasi hubungan emosional antar karakter.
Film ini tidak hanya tentang super hero dengan kekuatan luar biasa, tetapi tentang empat individu yang menjadi keluarga melalui pengalaman kosmis yang mengubah hidup mereka. Dinamika Reed, Sue, Ben, dan Johnny terasa autentik dan menyentuh.
Elemen emosional semakin kuat ketika Reed dan Sue dikaruniai anak laki-laki bernama Franklin Richards. Shakman dengan cerdik mengeksplorasi tema motherhood melalui Sue Storm, memberikan dimensi baru yang selama ini jarang tersentuh dalam film super hero.
Performa Akting yang Solid
Pedro Pascal membuktikan kehebatannya sebagai Reed Richards. Dia berhasil menampilkan sosok ilmuwan jenius yang juga hangat dan penuh empati. Chemistry-nya dengan Vanessa Kirby sebagai Sue Storm terasa natural dan meyakinkan.
Vanessa Kirby sendiri memberikan interpretasi Sue Storm yang kuat dan tidak hanya sekadar love interest. Dia menunjukkan evolusi karakter dari seorang ilmuwan menjadi ibu yang protektif namun powerful.
Ebon Moss-Bachrach dan Joseph Quinn masing-masing memberikan performa yang memorable sebagai Ben Grimm dan Johnny Storm. Mereka berhasil menghadirkan comic relief yang tidak berlebihan sambil tetap menjaga depth karakter masing-masing.
Villain dan Konflik yang Menarik
Salah satu kekuatan “First Steps” adalah hadirnya villain ikonis yang memberikan ancaman nyata bagi keluarga fantastic four. Tanpa spoiler, konflik yang dibangun tidak hanya fisik tetapi juga emosional, memberikan stakes yang tinggi untuk semua karakter.
Pertaruhan bertema keluarga menajadi inti dari semua konflik. Ini bukan sekadar tentang menyelamatkan dunia, tetapi tentang melindungi orang-orang terkasih dan mempertahankan ikatan yang telah terbentuk.
Dampak untuk MCU Phase Six
“First Steps” berhasil membuktikan bahwa MCU masih mampu menghadirkan konten berkualitas tinggi. Film ini tidak hanya memenuhi ekspektasi penggemar Fantastic Four, tetapi juga memberikan fondasi kuat untuk crossover dan storyline masa depan. Matt Shakman berhasil menciptakan dunia yang terasa integral dengan MCU namun tetap memiliki identitas unik.
“The Fantastic Four: First Steps” adalah bukti bahwa adaptasi superhero terbaik lahir ketika filmmakers fokus pada karakter dan hubungan emosional mereka. Matt Shakman berhasil menghadirkan film yang tidak hanya secara visual yang memukau, tetapi juga memuliki heart yang kuat.
Setelah beberapa kali kegagalan di masa lalu, akhirnya Marvel’s First Family mendapat adaptasi yang layak. Film ini berhasil menangkap esensi Fantastic Four sebagai keluarga sekaligus super hero, dengan keseimbangan yang sempurna antara aksi, emosi, dan spectacle.
Bagi penggemar MCU dan newcomers, “First Steps” menawarkan pengalaman sinematik yang memuaskan. Ini adalah debut yang menjanjikan untuk Phase Six dan memberikan harapan besar untuk masa depan MCU.

