Wisuda 1.635 Lulusan, Universitas Terbuka Tegaskan Komitmen Cetak SDM Adaptif dan Berdampak

Wisuda Periode II Tahun 2026 Universitas Terbuka di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center

Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta menggelar Wisuda Periode II Tahun 2026 yang diikuti oleh ribuan lulusan di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, UT menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat sebagai bekal para lulusan untuk berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Mewakili Rektor Universitas Terbuka, Sekretaris Universitas, Kurnia Endah Riana menuturkan pada periode kali ini, UT Yogyakarta meluluskan lebih dari 1.000 wisudawan. Total ada 1.635 lulusan yang diwisuda kali ini. Angka itu mencakup 509 wisudawan FEB, 371 wisudawan FHISIP, 548 wisudawan FKIP, 104 wisudawan FST, 14 wisudawan Pascasarjana dan 89 wisudawan Vokasi.

Keberhasilan ini menurut Kurnia merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan dari para lulusan sehingga berhasil menyelesaikan studi di UT Yogyakarta.

Advertisements

“Keberhasilan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kurnia.

Di hadapan para wisudawan, Kurnia mengingatkan semangat belajar sepanjang hayat yang menjadi nilai utama Universitas Terbuka dalam memberikan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat Indonesia. Semangat yang sama juga mendorong UT untuk terus bertumbuh pesat dan berinovasi.

Dalam periode 2025 hingga 2026, Universitas Terbuka terus menunjukkan berbagai capaian strategis, salah satunya pada aspek jumlah mahasiswa. Kurnia mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat kepada UT semakin meningkat, tercermin dari jumlah mahasiswa yang bertumbuh dari 768.248 mahasiswa pada semester 2025.2 menjadi 846.444 mahasiswa pada semester 2026.2.

Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut juga diiringi dengan layanan akademik yang semakin andal. Kurnia menjelaskan bahwa UT saat ini mampu melaksanakan tutorial dan ujian daring yang dapat melayani lebih dari 125.000 pengguna setiap sesi.

“Ini juga terobosan pertama kali bagi Universitas Terbuka,” ujarnya.

Di bidang mutu, UT juga berhasil mempertahankan akreditasi A perguruan tinggi dan berbagai pengakuan internasional. Kurnia melanjutkan bahwa UT juga berhasil meningkatkan jumlah program studi berakreditasi unggul atau A menjadi 59,62%.

“Pada tahun 2026 ini, UT melakukan review kualitas dari International Council for Open and Distance Education (ICDE), hasilnya masih kita tunggu,” tuturnya.

Meski terus mengantongi berbagai capaian membanggakan, UT terus memperkuat komitmen sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas dunia. Berbagai langkah strategis terus dilakukan, di antaranya melalui penguatan sistem admisi dan registrasi yang lebih modern. UT juga terus mengembangkan materi pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Tak hanya itu, UT kata Kurnia juga menyediakan fasilitas belajar yang fleksibel dan berintegritas hingga hilirisasi hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab kebutuhan nyata. Pembinaan mahasiswa juga dilakukan lebih terarah untuk menghasilkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Dalam rangka memperkuat karakter lulusan Universitas Terbuka, UT Yogyakarta menyelenggarakan seminar dengan tema “Dari Kampus untuk Dunia: Membangun Resiliensi Gen Z yang Inovatif dan Terintegrasi Menuju Indonesia Berdampak” pada hari Kamis (15/10/2026).

“Melalui kegiatan tersebut, UT ingin menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan ketangguhan menghadapi perubahan, kemampuan berinovasi serta integritas dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” tutur Kurnia.

Semangat untuk tidak berhenti belajar juga ditekankan Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santoso kepada para wisudawan. Agus mengatakan bahwa ijazah hanya bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan tahapan pendidikan, bukan tanda berakhirnya proses belajar.

“Dunia terus berubah, teknologi juga terus berkembang, dan tantangan di masyarakat semakin kompleks. Oleh karena itu, kami harap para lulusan tetaplah menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjadi lulusan yang terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegasnya.

Agus juga menambahkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur semata-mata dari gelar akademik, tetapi juga dari kebermanfaatan kepada masyarakat. Seberapa besar ilmu dan keterampilan yang dimiliki wisudawan, ia harap dapat bermanfaat bagi keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat serta bangsa.

“Oleh karena itu, kami berharap para lulusan Universitas Terbuka tetap menjadi pribadi yang berkompeten, mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Yogyakarta, Partogi Dame Pakpahan turut berbahagia menyambut ribuan lulusan yang diwisuda periode kali ini. Meski ribuan lulusan diwisuda tiap tahunnya, IKA-UT kata Partogi akan menggalang kesatuan untuk terus memberikan beasiswa kepada adik-adik yang membutuhkan.

“Tidak ada kata untuk menyerah, tidak ada kata untuk tidak berbuat baik, tetapi apapun itu, sinergi yang sudah dibangun, yang sedang kami bangun akan tetap dilestarikan untuk kemajuan almamater Universitas Terbuka di manapun alumninya berada,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *