Rayakan Hari Batik Nasional dan HUT ke-270 Kota Yogyakarta melalui pengalaman membatik lintas generasi.
Harper Malioboro Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis budaya di Yogyakarta melalui kegiatan SIMFONI 1001 PEMBATIK. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta Berlokasi di Foyer Ballroom Harper Malioboro Yogyakarta pada 3 Oktober 2026, kegiatan SIMFONI 1001 PEMBATIK merupakan hasil kolaborasi antara Harper Malioboro Yogyakarta, KADIN Kota Yogyakarta, serta Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta. Acara ini mempertemukan peserta dari berbagai usia dan latar belakang dalam sebuah pengalaman kreatif untuk mengenal dan mempraktikkan secara langsung proses membatik.
Mengenal Batik Melalui Pengalaman Langsung
SIMFONI 1001 PEMBATIK dirancang sebagai kegiatan edukatif sekaligus interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses dasar pembuatan batik. Tidak hanya melihat hasil akhir sebuah karya batik, para peserta diajak merasakan langsung proses kreatif di baliknya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pengalaman menggunakan malam sebagai bagian dari proses membatik, kemudian menuangkan kreativitas melalui proses pewarnaan pada media tote bag. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman membatik yang lebih mudah diikuti oleh berbagai kelompok usia, sekaligus menjadikan batik semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keberagaman peserta menjadi salah satu daya tarik kegiatan ini. Anak-anak, generasi muda, hingga peserta dewasa dapat berinteraksi dan berkreasi bersama dalam satu ruang, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat dalam merayakan kekayaan budaya Indonesia. Harper Malioboro Yogyakarta Hadir sebagai Ruang Pertemuan Budaya



Kiri ke kanan: Peserta sedang melakukan kegiatan membatik di atas tote bag, instruktur batik sedang memberikan arahan kepada peserta, peserta sedang membatik di atas tote bag
Sebagai hotel yang berada di kawasan strategis Jalan Mangkubumi, dekat dengan kawasan
Malioboro dan pusat aktivitas Kota Yogyakarta, Harper Malioboro Yogyakarta melihat budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata dan hospitality.
Melalui penyelenggaraan SIMFONI 1001 PEMBATIK, Harper Malioboro tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat, pelaku budaya, komunitas, dan berbagai kalangan dalam pengalaman yang bermakna.
“Harper Malioboro Yogyakarta sangat bangga dapat menjadi bagian dari SIMFONI 1001 PEMBATIK dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Bagi kami, budaya merupakan bagian penting dari pengalaman berada di Yogyakarta. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat dari berbagai generasi dapat mengenal, mencoba, dan menikmati proses membatik secara langsung,” ujar Wawan Eja Sukmawan, General Manager Harper Malioboro Yogyakarta.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara sektor perhotelan, pemerintah daerah, dan dunia usaha dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah aktivitas membatik, tetapi juga dapat menumbuhkan apresiasi terhadap batik dan budaya Yogyakarta, khususnya di kalangan generasi muda. Kami percaya bahwa pengalaman budaya yang dikemas secara menarik dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata sekaligus menciptakan kenangan yang berkesan bagi setiap peserta,” tambahnya.
Membawa Semangat Batik Lebih Dekat kepada Generasi Mendatang
Batik telah menjadi salah satu identitas budaya Indonesia yang terus berkembang mengikuti zaman. Melalui kegiatan kreatif dan partisipatif seperti SIMFONI 1001 PEMBATIK, nilai budaya tersebut dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini.
Penggunaan tote bag sebagai media membatik juga memberikan perspektif bahwa batik dapat hadir dalam berbagai bentuk dan produk yang relevan dengan kehidupan modern. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik dasar membatik, tetapi juga membawa pulang hasil karya yang menjadi pengalaman personal dari kegiatan tersebut.
Bagi Harper Malioboro Yogyakarta, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus menghadirkan pengalaman yang meaningful bagi masyarakat dan tamu, sekaligus memperkuat posisi hotel sebagai salah satu bagian dari ekosistem pariwisata dan hospitality di Yogyakarta.
Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan pelestarian budaya, SIMFONI 1001 PEMBATIK menjadi salah satu momentum untuk merayakan batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pengalaman yang dapat dinikmati dan diwariskan oleh berbagai generasi.

