Headlines
    Home » “Jejak Pahit Si Kembang Gula” Film Anak Penuh Aksi, Bongkar Bahaya Narkoba Dalam Jajanan.PRODUKSI BLUESHEEP ENTERTAINMENT & WOKCOP PICTURES

    “Jejak Pahit Si Kembang Gula” Film Anak Penuh Aksi, Bongkar Bahaya Narkoba Dalam Jajanan.PRODUKSI BLUESHEEP ENTERTAINMENT & WOKCOP PICTURES

    Sebuah kabar menggembirakan datang dari dunia perfilman Tanah Air. Bluesheep Entertainment bersama
    Wokcop Pictures segera memulai proses syuting film “Jejak Pahit Si Kembang Gula” pada tanggal 16 April
    hingga 3 Mei 2025 di tengah pesona alam Jogja bagian barat.
    Film ini bukan sekadar hiburan, tapi sebuah ajakan untuk merenung dan bertindak. Dengan sentuhan
    drama petualangan remaja yang menyentuh hati, film ini mengangkat isu genting: peredaran narkoba yang
    kini menyusup dalam bentuk permen dan jajanan anak-anak. Cerita ini menjadi pengingat bahwa ancaman
    bisa datang dari hal-hal yang tampak tak berbahaya.


    Di balik layar, film ini digagas oleh Andri Putra sebagai Produser Kreatif dan Franklin Darmadi yang juga
    bertindak sebagai sutradara, dengan skenario ditulis oleh Dedey Natalia, serta diproduseri oleh Silvia
    Yunita dan Alfie Lim sebagai Produser Eksekutif.


    Lewat kisah seorang guru dan para murid yang berjuang mencari teman mereka yang hilang saat
    berkemah, film ini memperlihatkan pentingnya solidaritas, keberanian, dan ketajaman moral anak-anak
    dalam menghadapi situasi berbahaya. Dengan cerita yang kuat dapat menyentuh hati siapa pun, dan film
    ini ingin menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran, khususnya untuk generasi muda.
    Film ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Dr.
    Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si, namun karena kesibukan Beliau diwakilkan kehadirannya oleh Kepala BNN
    Prov. DIY, Brigjen Pol Andi Fairan serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
    Kebudayaan (Kemenko PMK) yang melalui Prof. Warsito turut hadir dalam acara pemotongan tumpeng,
    sebagai bentuk dukungan terhadap misi film ini.
    Deretan pemain yang terlibat:

    Advertisements
    • Bukie B. Mansyur sebagai Pak Wira, guru inspiratif dan pembina pramuka
    • Unang Bagito sebagai Pak Kades
    • Sarah Sechan sebagai Bu Kades
      Pemeran cilik berbakat asal Yogyakarta antara lain:
    • Aradhana Rahadi sebagai Bagas
    • Maria Aurora Princesza Leticia sebagai Kirana
    • Bebe Gracia sebagai Hanna
    • Axandro Juliano sebagai Gerald
    • Adimas Alby sebagai Adit, anak berkebutuhan khusus (autistik)

    Franklin Darmadi sendiri adalah seorang Sutradara iklan yang sudah berkecimpung selama puluhan tahun
    di industri iklan bersama Andri Putra. Franklin juga pernah menyutradarai Film Ekspedisi Madewa (2005)
    dan Medley (2007) mendirikan Wokcop Pictures sebagai wadah berkarya pekerja seni yang diharapkan
    bisa ikut meramaikan produksi film di tanah air.


    Franklin Darmadi menyampaikan “Film Jejak Pahit Si Kembang Gula adalah tayangan keluarga yang
    sarat akan nilai-nilai positif dan pesan moral. Saya ingin film ini terasa ringan namun tetap menyentuh,
    tanpa kesan menggurui. Tantangan utama justru datang dari koordinasi antara pemain dan kru yang
    berasal dari Jakarta dan Jogja. Adegan luar ruang dan aksi juga memicu kreativitas kami agar film ini tampil
    kuat secara sinematik.”


    Bukie B. Mansyur mengungkapkan “Saat pertama kali ditawari peran sebagai Pak Wira, saya langsung
    tertarik. Karakter ini sangat dalam secara emosional dan menjadi tantangan baru bagi saya, terutama
    karena ini pertama kali saya banyak berinteraksi dengan aktor-aktor anak. Saya merasa peran ini punya
    kedekatan emosional yang kuat dengan banyak orang. Kita semua punya kenangan tentang guru yang
    membekas di hati kita. Film ini bukan hanya soal akting, tapi pengalaman yang membuka cara pandang
    saya terhadap keluarga, hubungan antar manusia, dan kota Yogyakarta yang menyimpan banyak makna.”
    Unang Bagito mengungkapkan “Saya sangat antusias ketika dipercaya memerankan Pak Kades. Setelah
    membaca naskahnya, saya sadar ini adalah cerita yang berbeda dan unik. Saya berharap film ini sukses
    dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Mari bersama-sama kita doakan agar proses produksi Jejak Pahit
    Si Kembang Gula berjalan lancar dan dapat segera hadir di layar lebar, menyapa penonton Indonesia dari
    berbagai generasi.”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *