Yogyakarta – Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 kembali hadir sebagai ruang perjumpaan kebudayaan yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, akademisi, dan masyarakat luas.
Mengusung tema besar “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”, FKY 2026 mengajak masyarakat untuk melihat bahasa bukan semata-mata sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta.

Tema ini menjadi bagian dari rangkaian tema pentalogi FKY yang telah berlangsung sejak 2023, yaitu Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual untuk 2027.
Setelah tahun lalu FKY berada di Kabupaten Gunungkidul, tahun ini giliran Kabupaten Sleman yang akan menjadi tuan rumah dan akan digelar di Lapangan Beran Sleman, dari tanggal 13 September sampai 19 September.
Mempertemukan Seniman, Komunitas, dan Masyarakat
FKY 2026 akan menghadirkan sejumlah program utama meliputi: Pawai Budaya, Pasar Budaya, Panggung Budaya, dan Pameran. Program tersebut coba di desain dengan membuka ruang kolaborasi seniman, dengan komunitas masyarakat yang akan menjadi bagian FKY.
Pameran FKY juga menghadirkan Seni Terapan (Applied Art), yaitu karya seni yang dirancang memiliki fungsi atau kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan nilai estetika. Semangat kolaborasi dibangun dengan menerapkan setiap sudut FKY sebagai bagian dari karya seni yang dibuat oleh 9 Seniman. Di FKY nanti pengunjung akan disuguhkan dengan karya seniman dalam berbagai aspek festival, mulai dari perancangan infrastruktur, panggung, papan informasi, pasar, dekorasi, hingga tata kelola sampah.
Selain itu, 5 kabupaten kota juga akan ikut andil dalam kolaborasi ini. Setiap hari pengunjung akan menyaksikan karya baru yang dibuat oleh seniman dan berkolaborasi langsung dengan komunitas masyarakat.
Pasar FKY juga menjadi satu aspek menarik dalam rangkaian Festival Kebudayaan Yogyakarta kali ini. 3 konsep pasar coba dibuat, yaitu Pasar Statis (Pasar Pangkon) dengan berbagai tenantnya selama 7 hari penuh. Di area tengah pasar, ada Pasar Tematik (jumlahnya 4 sisi/tenda). Pasar ini diisi bergilir setiap harinya dari perwakilan Provinsi maupun kab/kota se-DIY.
Di luar area pasar akan ada pasar berjalan atau pasar ngecer (Pasar Wigyan) yang terdiri dari 4 instalasi. Instalasinya dibuat oleh seniman dan yg akan menjalankan instalasi itu adalah penari dengan konsep performatif.
FKY juga menggandeng pasar saptawara. Mereka adalah kumpulan tenant paguyuban UMKM yang sudah menempati area luar lapangan beran.
Tentu kolaborasi ini menjadi semangat FKY 2026 untuk merangkul segala aspek untuk menjadi bagian dari ekosistem Festival Kebudayaan Yogyakarta.

