Tren produk herbal dan kesehatan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Perindustrian mengatakan bahwa perubahan tren konsumen di seluruh dunia yang mulai lebih memilih produk alami dan berbasis herbal adalah salah satu alasan yang mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional di Indonesia.
Kondisi ini juga dirasakan oleh banyak pelaku usaha lokal, termasuk Sanga Sanga, merek herbal dari Bali yang sedang merayakan ulang tahun ke-2 Sanga Sanga bersama mitra dan distributor dari berbagai daerah di Indonesia dengan tema “Berjaya Bersama Sanga Sanga” di Bali, pada hari Kamis (14/5).
Perjalanan Sanga Sanga dimulai dari proses panjang pembuatan ramuan herbal yang diciptakan oleh Bambang Pranoto, yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam proses pengembangannya, perusahaan mengalami berbagai tahap penyesuaian. Ini dimulai dari memperbarui legalitas, mendapatkan izin dari BPOM dan Halal, memperkuat distribusi, hingga memberikan edukasi ulang kepada pasar tentang identitas brand ‘Herbal & Rempah’.
Pendiri dan CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, mengatakan bahwa untuk membangun merek herbal di tengah perubahan industri saat ini, diperlukan konsistensi yang tinggi, terutama untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. “Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha herbal saat ini.” Selain berurusan dengan pasar, penting juga untuk menjaga kualitas, mematuhi peraturan, membangun jaringan distribusi, dan terus memberikan pendidikan kepada masyarakat. Kami percaya bahwa proses itu harus dilakukan langkah demi langkah dan secara konsisten.
Selama proses itu, perusahaan mulai menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup baik. Selain memperluas jaringan distribusi di seluruh Indonesia, produk Sanga Sanga juga sudah mendapatkan izin CPNP atau izin edar di Eropa. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi peraturan kosmetik yang berlaku di Uni Eropa.
Kehadiran ini adalah momen penting bagi perusahaan untuk membawa merek herbal Indonesia ke dunia internasional dan juga untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual untuk karya dan inovasi dari anak bangsa. Langkah ini dianggap sebagai salah satu contoh bagaimana produk herbal dari dalam negeri mulai berusaha untuk membuka peluang di pasar internasional.
Selain memperkuat pasar, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi produk. Saat merayakan ulang tahunnya yang kedua di Bali, Sanga Sanga meluncurkan produk baru bernama Sanga Sanga Gatalin. Produk ini dirancang untuk membantu mengatasi rasa gatal dan juga menjaga kesehatan kulit.
Sementara itu, Pendiri PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, melihat bahwa perkembangan industri herbal di Indonesia saat ini memberikan peluang besar bagi produk lokal untuk tumbuh lebih luas, asalkan kualitas dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga. “Indonesia memiliki banyak sumber daya alam dan budaya herbal yang sangat kaya.” “Tantangan saat ini adalah bagaimana produk lokal bisa terus tumbuh, dipercaya, dan mampu bersaing dengan baik di pasar yang semakin luas,” tegas Bambang.
sumber : Media Indoensia

