Saat suami istri terpaksa LDM atau long distance marriage. Sebuah fenomena yang mudah ditemukan di tengah masyarakat urban. Banyak istri yang melepas suami meniti karier di kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya. Sementara, istri memilih tetap bertahan di kampung atau kota-kota kecil.
LDM menjadi pilihan dengan beragam alasan. Mulai ekonomi karena lebih hemat bila salah satu pasangan saja yang menetap di kota besar yang sudah jelas biaya hidup lebih tinggi. Di sisi lain, sang istri sudah bekerja di kota atau kampung seperti menjadi PNS sehingga butuh waktu bila ingin mengurus kepindahan mengikuti suami. Pertimbangan lain seperti istri harus merawat orang tuanya.
Kisah nyata yang bisa dijumpai dalam keseharian itu menjadi inspirasi film Dalam Sujudku karya sutradara Rico Michael produksi Project69. Karya film itu mengangkat tema besar tentang cinta dan kesetiaan dalam rumah tangga. Film ini mengisahkan kehidupan rumah tangga yang tengah diuji sehingga sempat goyah dalam mempertahankan hubungan.
Pasangan muda di sini yang diperankan Marcell Darwin (Farid) dan Vinessa Inez (Aisyah) terpaksa memilih hidup LDM atau long distance marriage. Namun rumah tangga mereka sempat mengalami keretakan yang sesungguhnya bersumber pada keputusan mereka untuk LDM.
Beragam konflik keseharian yang dramatik siap menghiasi film yang juga dibintangi Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dominique Sandra, Chika Waode, Momo Moriska, hingga Dennis Adhiswara.
Dalam keterangan pers usai screening film di Yogyakarta, Senin, 15 Desember 2025, Vinessa menuturkan kesulitan yang dihadapinya saat menghidupkan sosok Aisyah yang disebutnya memiliki hati tulus.
“Aisyah sosok yang luar biasa. Seorang muslimah yang sungguh pure heart, tidak pernah negative thinking. Dia seorang yang berhati tulus,” tutur Vinessa.
“Ini yang menjadikan saya cukup kewalahan menghidupkan sosok Aisyah. Bagaimana menampilkan karakter seorangh Aisyah yang berhati tulus,” kata Vinessa yang semula mengira mendapat peran sebagai Rina yang menjadi tokoh antagonis karena menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Farid dan Aisyah.
“Ini kan diangkat dari kisah nyata. Artinya apa disajikan di film ini kerap terjadi di sekitar kita. Saat menerima script ini, saya mengira bakal jadi karakter Rina, karena Aisyah tuh berat banget,” ujar dia.
Film Dalam Sujudku mengambil tiga lokasi yaitu Garut, Cimahi dan Jakarta. Produksinya merupakan kerja sama produser Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Menariknya, meski dari poster terkesan film cerita drama religi, tetapi karya sutradara Rico Michael ini tak bermaksud menonjolkan aspek religius. Dalam Sujudku lebih menekankan pada bagaimana mempertahankan keluarga yang semula tampak harmonis menghadapi dinamika hidup tetapi kemudian retak karena buruknya komunikasi.
Vinessa Inez menyebut Aisyah adalah refleksi perempuan kuat yang sering dianggap lemah -menjadi salah satu inti cerita film ini. “Belajar dari Aisyah, apa yang dititipkan itu harus dijaga sampai akhir,” kata Vinessa.
Berbeda dengan Vinessa Inez, Chika Waode menjadi semacam ‘sahabat penyejuk’. “Peran saya di sini hadir sebagai sahabat Aisyah yang menjadi mood booster di tengah konflik rumah tangga yang berkecamuk dalam kehidupan sang karakter utama. Ya, semacam ice breaker yang mencairkan suasana karena Aisyah lagi berjauhan sama suaminya,” kata Chika menjelaskan.
Menurut Chika karakter ‘sahabat penyejuk’ juga tidak kalah nyata dalam keseharian. Artinya saat ada perempuan yang menghadapi problem rumah tangga seperti kasus suami yang berselingkuh, selalu ada teman dekat yang memberi dorongan dan motivasi. Teman yang lebih sering lebih ‘melek’ dan geregetan dengan sang tokoh yang sepertinya tidak sadar bila suaminya sudah main dengan perempuan lain.
“Karakter ini sangat relatable dalam kehidupan nyata. Selalu ada teman yang lebih ‘melek’ dibanding pemeran utamanya. Aisyah masih mikir ‘nggak kok, dia sibuk kerja’. Padahal kita sebagai teman melihat ada yang beda,” ujar Chika yang sempat membintangi beberapa film komedi yaitu Modal Nekad dan sekuelnya, Modual Nekad.
“Titipan Illahi”
Biarlah cinta membara kehangatan
Ataupun kasih seluas lautan
Jika diuji kesetiaan
Namun kau titipan Tuhan yang dulu pernah kupinta dalam sujudku tak akan kuabaikan…
Demikian penggalan lirik lagu “Titipan Illahi’ yang menjadi soundtrack Dalam Sujudku. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid, sedangkan MV nya juga disutradarai Virlan Wana
Penyanyi muda Evelyn Wijaya terpilih membawakan soundtrack film ini berjudul “Titipan Ilahi” setelah menjuarai Dalam Sujudku Voice Hunt 2025 yang di antaranya diseleksi penyanyi Ifan Seventeen.
“Lagu ini menjadi debut saya sekaligus soundtrack film pertama saya. Harus banget masuk ke vibe filmnya. Liriknya dalam, penuh pesan tentang harapan dan keputusan,” kata Evelyn.
Ia menyebut proses rekaman hingga pembuatan MV berlangsung super ngebut. “Recording dan pembuatan video musik (MV) kurang dari seminggu-sekitar 4 hari. Setelah saya terpilih karena lagunya sudah disiapkan dan aku memulai proses sampai feel-nya kena banget,” kata Evelyn.
Proses Voice Hunt untuk Dalam Sujudku sendiri cukup ketat hingga menghasilkan tiga finalis dengan salah satunya Evelyn.
“Kami waktu itu menyanyikan lagu yang sama, bukan dari hasil menyanyikan lagu yang berbeda-beda. Lagu “Titipan Ilahi” sendiri mengangkat pesan tentang menjaga amanah dari Yang Maha Kuasa—tema yang selaras dengan perjalanan karakter utama di film,” kata Evelyn.**

