Film horor terbaru Indonesia, Danyang Wingit: Jumat Kliwon, langsung mencuri perhatian publik sejak dirilis pada 20 November 2025. Baru sehari tayang, film garapan Khanza Film Entertainment ini langsung meraih peringkat pertama film trending nasional dan mendapat penambahan layar besar-besaran hingga menembus 1.000 layar di seluruh Indonesia.
Sejumlah bioskop melaporkan tiket habis terjual mulai dari pemutaran pertama hingga kelima. Hingga berita ini diturunkan, jumlah penonton telah mencapai 56.250 orang.
Kesuksesan Berkat Riset Mendalam dan Dedikasi Tim Kreatif
Keberhasilan besar ini tidak terlepas dari kerja keras tim kreatif yang dipimpin oleh Celine Evangelista. Berperan sebagai pemeran utama sekaligus eksekutif produser, Celine bekerja bersama Agus Riyanto, Gian, dan Arif, mengembangkan cerita dan konsep film melalui riset intensif selama setahun.
Film ini memperkaya dunia perfilman horor Indonesia dengan kembali menghadirkan nuansa lokal Jawa yang kuat.
Premiere Meriah di Yogyakarta
Acara premiere diadakan di XXI Jogja City Mall dan berlangsung semarak. Kirab budaya, lantunan tembang Jawa dari sinden, serta hadirnya Celine Evangelista sebagai tokoh utama menambah suasana magis saat penayangan perdana.
Horror Berakar Tradisi Jawa
Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agus Riyanto, dengan naskah karya Dirmawan Hatta, film ini mengusung horor okultisme yang bersumber dari tradisi pedalangan Jawa. Ceritanya terinspirasi dari kisah masyarakat Dusun Gendakan, lereng Gunung Merbabu, tentang seorang sinden yang konon berakhir tragis hingga kulitnya dijadikan wayang kulit.
Agus menegaskan bahwa film ini bukan sekadar sajian horor, tetapi juga pengingat pentingnya merawat budaya leluhur.
“Kami ingin budaya tidak dilupakan. Budaya adalah warisan yang harus dijaga,” ujar Agus.
Plot: Ambisi, Ritual, dan Teror Malam Jumat Kliwon
Cerita berpusat pada Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan), seorang dalang karismatik yang mencari jalan menuju keabadian melalui ritual terlarang.
Pada tahun 2021, Citra (Celine Evangelista) direkrut sebagai sinden baru di padepokan. Tanpa ia ketahui, dirinya menjadi calon tumbal terakhir dalam ritual menuju keabadian.
Demi biaya pengobatan adiknya, Dewi (Aisyah Kanza), Citra bertahan meski mengalami teror supranatural tak henti-henti.
Bara (Fajar Nugra), penjaga padepokan, mulai mencurigai praktik gelap yang terjadi dan berusaha menyelamatkan Citra sebelum puncak ritual Gerhana Bulan Merah yang bertepatan dengan Jumat Kliwon.
Film ini menyatukan nuansa ritual kuno, pusaka, serta mitos danyang dengan konflik psikologis tentang harga yang harus dibayar demi ambisi.
Deretan Pemain
Film ini turut dibintangi oleh:
- Nathalie Holscher sebagai Putri Kusuma Ratih
- Norma Cinta
- Dimas Tedjo
- Putri Maya Rumanti
- Angga Wijaya
- Keona Cinta
- Bilqis Hafsa
Agus menambahkan,
“Saya tidak ingin hanya menampilkan hantu menakutkan. Yang paling mengerikan adalah sisi gelap manusia.”

