Home » Shakey Rayakan 25 Tahun Berkarya, Tetap Relevan di Tengah Perubahan Industri Musik

Shakey Rayakan 25 Tahun Berkarya, Tetap Relevan di Tengah Perubahan Industri Musik

Di tengah dinamika industri musik yang terus berubah, band pop-rock asal Yogyakarta, Shakey, membuktikan eksistensinya dengan menapaki perjalanan musik selama 25 tahun. Terbentuk pada tahun 2000, Shakey menjadi salah satu band lokal yang konsisten berkarya dan berhasil mempertahankan identitas musikalnya hingga kini.

Shakey dikenal melalui lagu-lagu bernuansa emosional dengan sentuhan pop-rock khas era 2000-an. Formasi band saat ini terdiri dari Dinno (vokal), Opik (bass), Dionn (keyboard), dan Andrie (drum). Nama Shakey mulai dikenal secara nasional setelah lagu “Miliki Aku” masuk dalam kompilasi Indie Ten 2 pada tahun 2002. Lagu tersebut menjadi titik balik penting yang membawa Shakey ke perhatian publik musik Indonesia.

Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan perilisan dua album penuh pada tahun 2004 dan 2008. Melalui karya-karya tersebut, Shakey berhasil membangun karakter musik yang kuat—memadukan melodi pop yang mudah diterima dengan energi rock yang jujur dan emosional.

Advertisements

Memasuki usia 25 tahun, Shakey kembali menegaskan eksistensinya lewat single terbaru berjudul “Yang Ada Padamu.” Lagu ini merupakan materi lama yang ditulis sejak 2004, namun diaransemen ulang dengan pendekatan produksi yang lebih modern. Meski hadir dengan kemasan baru, lagu ini tetap mempertahankan ciri khas Shakey yang kuat pada lirik puitis dan nuansa romantis.

Dalam proses kreatifnya, Shakey memanfaatkan arsip lagu-lagu lama yang sebelumnya belum sempat dirilis. Kolaborasi dilakukan secara fleksibel, memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi jarak antar personel. Meski demikian, band ini menegaskan bahwa semangat dan nilai musikal yang mereka pegang sejak awal tetap menjadi fondasi utama dalam berkarya.

Shakey juga menyadari perubahan besar dalam industri musik, khususnya pergeseran dari rilisan fisik ke platform digital dan streaming. Namun, perubahan tersebut tidak menggerus komitmen mereka terhadap integritas artistik. Bagi Shakey, menjaga identitas dan kejujuran dalam bermusik adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Seiring bertambahnya usia, tema lirik Shakey pun berkembang. Jika pada awal perjalanan banyak mengangkat kisah cinta dan romansa, kini inspirasi lebih banyak datang dari pengalaman hidup, keluarga, dan proses pendewasaan. Perubahan ini terjadi secara alami dan tercermin dalam karya-karya terbaru mereka.

Menariknya, musik Shakey tidak hanya dinikmati oleh penggemar lama, tetapi juga oleh generasi pendengar baru. Lagu-lagu mereka menghadirkan nostalgia bagi sebagian orang, sekaligus terasa segar dan relevan bagi pendengar muda saat ini.

Ke depan, Shakey berencana terus merilis karya baru, termasuk kemungkinan album penuh dan aktivitas panggung. Setelah 25 tahun berkarya, Shakey menegaskan bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Dengan semangat yang tetap menyala, band ini siap melanjutkan langkah dan memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon musik Yogyakarta yang berpengaruh di kancah nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *