YOGYAKARTA, 28 Oktober 2026 — Horison Emerald Timoho Yogyakarta menghadirkan rangkaian kegiatan seni, budaya, dan kepedulian lingkungan melalui Paintings Exhibition: Rawat Ruwat Alam & Mitigasi Sosial di Era Digital, yang berlangsung pada 28 Oktober–5 November 2026.
Mengusung tema “Seni untuk Keberlangsungan Peradaban Dunia: Merawat Alam = Menjaga Peradaban Manusia dan Dialektika Kesadaran”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara seni rupa, nilai-nilai kebudayaan, edukasi lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial dan ekologis di era digital.
Bertempat di Horison Emerald Timoho Yogyakarta, pameran ini mengajak masyarakat memandang seni tidak hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai medium refleksi, edukasi, dan penyampaian pesan tentang pentingnya menjaga alam serta membangun kesadaran sosial yang berkelanjutan.
Menampilkan Karya Maestro dan Seniman Nusantara

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah pameran lukisan maestro dan live painting bertajuk “Jejak Sang Maestro: Eksibisi Mahakarya Nusantara”.
Pameran ini menampilkan karya sejumlah seniman, di antaranya Maestro Mbah Kibar, Ibu Kelik, Heri Susanto, Joni Samudra, Kuswanto, Mas Dudin, Heri Art, Ardiyas Art, Hanum Maharani, Gus Black, Kris Krosan, Nur Hananto, Merlyna Agus Cavalery, Sapto Agus, Bapak Yanto, dan Andhik Kristiyantoro, serta karya dari pelajar difabel.
Kehadiran seniman dari beragam latar belakang diharapkan dapat memperkaya perspektif pengunjung mengenai seni sebagai bagian dari perjalanan budaya dan kehidupan masyarakat. Pameran ini sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap keberagaman ekspresi, kreativitas, dan potensi para seniman.
Gerakan Hijau: Penanaman 100 Bibit Pohon
Tidak hanya berfokus pada seni, kegiatan ini juga menghadirkan program penanaman 100 bibit pohon bertajuk “Akar Peradaban: Bakti Hijau Pemuda untuk Bumi”.
Program tersebut menjadi bentuk ajakan nyata untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan alam. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak memahami bahwa merawat lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang berperan penting bagi keberlangsungan kehidupan dan peradaban manusia.
Horison Kids Move: Menumbuhkan Kreativitas dan Cinta Lingkungan
Semangat pemberdayaan generasi muda turut diwujudkan melalui Horison Kids Move, sebuah kegiatan kreatif yang mengajak anak-anak mengekspresikan imajinasi dan kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas seni.
Mengusung tema “Tunas Muda Horison: Kreasi Anak Cinta Lingkungan”, program ini diharapkan dapat menanamkan nilai kreativitas, kebersamaan, serta kecintaan terhadap alam sejak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak didorong untuk mengenal lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestariannya.
Mendorong Seni yang Inklusif dan Kolaboratif

Rangkaian kegiatan ini juga mencakup melukis interaktif, lokakarya bersama pelukis difabel, diskusi publik, serta lelang lukisan dan donasi seniman.
Berbagai agenda tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas komunitas, perluasan ruang partisipasi bagi seniman difabel, serta sarana dialog mengenai peran seni dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, seni diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi individual, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat interaksi antarkomunitas, dan mendorong lahirnya gagasan serta aksi nyata bagi keberlanjutan lingkungan.
Momentum Sumpah Pemuda: Jaga Alam, Cegah Bencana
Penyelenggaraan kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang membawa pesan “Jaga Alam, Cegah Bencana”. Semangat persatuan dan peran aktif pemuda menjadi landasan untuk mendorong aksi bersama dalam merawat lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga nilai-nilai kebudayaan di tengah perkembangan teknologi digital.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Horison Emerald Timoho Yogyakarta bersama para seniman, komunitas, dan pihak penyelenggara berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menginspirasi secara artistik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Seni diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam, tradisi dengan perkembangan zaman, serta kreativitas individu dengan tanggung jawab sosial bersama.
Terbuka untuk Umum dan Gratis
Masyarakat umum diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian Paintings Exhibition: Rawat Ruwat Alam & Mitigasi Sosial di Era Digital yang berlangsung pada:
- Tanggal: 28 Oktober–5 November 2026
- Waktu: 08.00–20.00 WIB
- Tempat: Horison Emerald Timoho Yogyakarta
- Biaya masuk: Gratis
Melalui kegiatan ini, seni diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan bagian dari menjaga peradaban. Sebab, perubahan yang berkelanjutan dapat dimulai dari kesadaran, kepedulian, dan langkah kecil yang dilakukan bersama.

