Prangko: Nasib dan Jejakmu Kini

Tepat 1 April 2024 ini, genap 160 tahun Bea Kirim yang dikenal dengan prangko, hadir di seluruh kepulauan Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda pertama kali perkenalkan prangko ke Indonesia pada 1 April 1864 yang ditandai dengan peluncuran resmi prangko bergambar Raja Willem III.

Momentum itu menjadi tonggak hadirnya Prangko pada masa tersebut, dan kehadirannya masih mewarnai dunia surat menyurat hingga saat ini.

Hadirnya Prangko, tak sekadar sebagai bea kirim semata, tetapi juga sebagai bentuk dari kedaulatan negara. Prangko juga dikenal dengan saudara dari uang dan materai.

Prangko di antara penikmatnya, para filatelis, memberikan makna tersendiri. Bahkan, selalu ada kisah menarik dalam setiap prangko yang dikumpulkan.

Tak hanya soal keunikan desain atau sejarah momentum yang terekam dalam selembar prangko. Catatan penanggalan, tempat diterbitkan hingga cap pos asal prangko yang dikirimkan pun memberikan daya tarik tersendiri bagi para filatelis.

Sebab, dalam setiap catatan tanggal dan gambar yang tercantum, menyiratkan berbagai makna yang beragam yang terkumpul dalam setiap album para filatelis.

Menurut, Tofan Hadi Wijoyo, filatelis asal Sidoarjo, setiap penerbitan prangko terbaru di area Sidoarjo melalui Kantor Pos, terkadang tidak tersedia pada tanggal terbit.

“Salah satu hal menarik dari mengoleksi benda filateli ialah mendapatkan prangko sesuai tanggal terbit dan terbubuh cap pos ditanggal yang sama. Tetapi kami di Sidoarjo tidak yakin bisa dapat sesuai tanggal terbit. Hanya Prangko edisi lama yang tersedia di Kantor Pos Sidoarjo,” ungkap Tofan yang kesehariannya sebagai wiraswasta.

Uul Jihadan dari Jejak Kartu Pos juga menuturkan hal senada. Setiap kunjungan menyempatkan berkirim Kartu Pos, ia selalu mampir ke kantor-kantor pos di kota dimana setiap kali ia singgah untuk sekedar berkirim kartu pos untuk kawan luar negeri.

Seperti ketika ia mengunjungi Kantor Pos Cikini. Ini adalah salah satu kawasan sejarah di Jakarta, namun menariknya, tak tersedia prangko di kantor pos tersebut.

“Saya perjalanan ke Jakarta dan datang ke Kantor Pos Cikini 31 Maret 2024, Cikini yang dikenal dengan kawasan sejarah di Jakarta tidak tersedia prangko di kantor pos Cikini, petugas memberikan alasan stok prangko hanya dikeluarkan kepala Kantor Pos saja” ungkap Uul.

Bagi sebagian wisatawan hadirnya prangko dan kartu pos di kawasan bersejarah menjadi pelengkap perjalanan menuliskan pesan singkat kepada keluarga atau sahabat sebagai penanda bahwa kita dalam keadaan sehat dan selamat dan dapat menjadi memorabilia tersimpan rapi dalam goresan tinta diatas kertas kartu pos.

Tag:

Latest Article